Sabtu, 23 Oktober 2010

CINCAU HIJAU PEMBASMI DARAH TINGGI


Bukan hanya sebagai minuman segar, cincau hijau juga memiliki bermacam manfaat kesehatan. Mengkonsumsinya dengan teratur, bisa membantu menyembuhkan radang lambung, demam, bahkan tekanan darah tinggi.

Siapa yang tidak kenal cincau atau camcau, minuman tradisional yang mudah ditemukan di berbagai tempat. Dengan geroba, pejualnya banyak bertebaran di pinggir-pinggir jalan kota-kota besar. Beberapa resto, rumah makan atau café, juga banyak yang menyediakan minuman ini.

Disajikan dalam keadaan dingin, cincau hijau memang terasa sangat menyegarkan, tidak kalah dengan minuman lainnya. Bukan hanya segar ternyata, manfaat kesehatan pun bisa diperoleh bila rutin mengkonsumsinya. Penelitian menyimpulkan, daun cincau hijau mengandung karbohidrat, polifenol, saponin, flavonoida, dan lemak. Juga vitamin A, Vitamin B, kalsium dan fosfor.

Dengan kandungan-kandungannya itu, cincau hijau bisa dimanfaatkan untuk membantu menyembuhkan radang lambung, demam, dan tekanan darah. Tentang penyakit yang terakhir, penelitian yang dilakukan Prof. Dr. Sardjito dkk dari Jogjakarta pada 1966 berhasil membuktikannya.

Saat itu, salah satu uji coba dilakukan pada seorang pasien berumur 70 tahun yang tekanan darahnya mencapai 215 mm/120mm. Setelah mengkonsumsi cincau dua kali sehari selama satu bulan, tekanan darahnya menjadi 160mm/100 mm. Keluhan pusing, sering lelah dan jalan sempoyongan, pun hilang serta berat badan turun.

Cincau juga bisa membantu menyembuhkan penyakit degeneratif seperti jantung koroner. Ini karena cincau memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Penelitian Direktorat Gizi departemen Kesehatan menemukan 6.23 gram per 100 gram kandungan serat kasar dalam gel cincau. Mengkonsumsi sehari- hari bersama buah dan sayur-mayur, bisa mencukupi kebutuhan serat harian sebesar 30 gram.

Bila kandungan seratnya cukup tinggi, tidak begitu dengan kandungan kalori yang hanya 122. karena kandungan serat yang tinggi dan kalorinya rendah, mengkonsumsi cincau setiap malam bisa membantu melancarkan buang air besar. Manfaat kesehatan juga bisa didapat dari akarnya yang mengandung pati, lemak dan alkaloid cycleine. Zat-zat inilah yang membuatnya mampu mengobati demam dan sakit perut.

CARA MUDAH MENGAMBIL KHASIATNYA
Cincau atau camcam adalah tanaman asli Asia Tenggara yang memiliki nama latin Cyclea Barbata. Bia dapat berkembang subur di dataran rendah sampai daerah dengan ketinggian 800 metel dpl. Tanah gembur dengan keasaman 5.5 sampai 6.5 dan lingkungan teduh, adalah tempat yang cocok bagi cincau.

Tanaman perdu ini tumbuh dengan cara merambat kearah kanan pohon inangnya. Berdiameter sekitar 1 cm, panjangnya bisa mencapai 5 sampai 16 meter. Bentuk daunnya seperti perisai, meruncing dan berwarna hijau, dengan panjang antara 5 sampai 16 cm. Bila dipegang, permukaan daun terasa kasar oleh bulu-bulunya.

Untuk membuat daun cincau hijau menjadi minuman segar dengan bermacam khasiat di atas, caranya sangat mudah. Daun-daun cincau tersebut cukup dicuci bersih, diremas-remas sampai lumat, ditambah sedikit air dan cairan kental yang keluar disaring.

Seberapa banyak daun dan bahan-bahan tambahannya, disesuaikan dnegan manfaat yang akan diambil. Untuk panas perut, dibutuhkan sekitar 20 helai daun. Setelah diremas dan disaring, tambahkan jeruk nipis sesuai selera. Kemudian dibiarkan di tempat dingin sampai menjadi gel atau agar-agar. Agar terasa nikmat meminumnya bisa diberi madu, sirup atau gula aren cair.

Cara sama berlaku untuk mengobati disentri dan sariawan. Ramuan tersebut diminum selama seminggu berturut-turut. Sedangkan untuk mengobati bisul, daun cincau secukupnya dicuci bersih dan dilumatkan. Setelah lembut ditempelkan di bagian yang bernanah untuk mengeluarkan nanah tersebut.

Sementara untuk demam, yang dimanfaatkan adalah rimpangnya. Bagian akar ini dicuci bersih dengan air secukupnya. Setelah matang, minum air rebusannya. Selain cara ini, bisa juga dengan menyeduh rimpang dengan air panas.

Bila ingin sekedar menikmatinya sebagai minuman segar, setelah menjadi gel dicampur dengan santan dan es batu. Santannya tentu dibikin beraroma, dengan merebusnya bersama gula, daun pandan dan garam secukupnya.

Jumat, 20 Agustus 2010

Gula

Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel.

Gula sebagai komoditi


Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu, bit gula, atau aren. Meskipun demikian, terdapat sumber-sumber gula minor lainnya, seperti kelapa. Sumber-sumber pemanis lain, seperti umbi dahlia, anggir, atau jagung, juga menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun dari sukrosa. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan).

Negara-negara penghasil gula terbesar adalah negara-negara dengan iklim hangat seperti Australia, Brazil, dan Thailand. Hindia-Belanda (sekarang Indonesia) pernah menjadi produsen gula utama dunia pada tahun 1930-an, namun kemudian tersaingi oleh industri gula baru yang lebih efisien. Pada tahun 2001/2002 gula yang diproduksi di negara berkembang dua kali lipat lebih banyak dibandingkan gula yang diproduksi negara maju. Penghasil gula terbesar adalah Amerika Latin, negara-negara Karibia, dan negara-negara Asia Timur.

Lain halnya dengan bit, gula bit diproduksi di tempat dengan iklim yang lebih sejuk, Eropa Barat Laut dan Timur, Jepang utara, dan beberapa daerah di Amerika Serikat, musim penumbuhan bit berakhir pada pemanenannya di bulan September. Pemanenan dan pemrosesan berlanjut sampai Maret di beberapa kasus. Lamanya pemanen dan pemrosesan dipengaruhi dari ketersediaan tumbuhan, dan cuaca. Bit yang telah dipanen dapat disimpan untuk di proses lebih lanjut, namum bit yang membeku tidak bisa lagi diproses.

Pengimpor gula terbesar adalah Uni Eropa. Peraturan pertanian di EU menetapkan kuota maksimum produksi dari setiap anggota sesuai dengan permintaan, penawaran, dan harga. Sebagian dari gula ini adalah gula "kuota" dari industry levies, sisanya adalah gula "kuota c" yang dijual pada harga pasar tanpa subsidi. Subsidi-subsidi tersebut dan pajak impor yang tinggi membuat negara lain susah untuk mengekspor ke negara negara UE, atau bersaing dengannya di pasar dunia. Amerika Serikat menetapkan harga gula tinggi untuk mendukung pembuatnya, hal ini mempunyai efek samping namun, banyak para konsumen beralih ke sirup jagung (pembuat minuman) atau pindah dari negara itu (pembuat permen)

Pasar gula juga diserang oleh harga sirup glukosa yang murah. Sirup tersebut di produksi dari jagung (maizena), Dengan mengkombinasikannya dengan pemanis buatan pembuat minuman dapat memproduksi barang dengan harga yang sangat murah.

Sejarah singkat pergulaan di Indonesia


Sumber gula di Indonesia sejak masa lampau adalah cairan bunga (nira) kelapa atau enau, serta cairan batang tebu. Tebu adalah tumbuhan asli dari Nusantara, terutama di bagian timur.

Ketika orang-orang Belanda mulai membuka koloni di Pulau Jawa kebun-kebun tebu monokultur mulai dibuka oleh tuan-tuan tanah pada abad ke-17, pertama di sekitar Batavia, lalu berkembang ke arah timur.

Puncak kegemilangan perkebunan tebu dicapai pada tahun-tahun awal 1930-an, dengan 179 pabrik pengolahan dan produksi tiga juta ton gula per tahun[1]. Penurunan harga gula akibat krisis ekonomi merontokkan industri ini dan pada akhir dekade hanya tersisa 35 pabrik dengan produksi 500 ribu ton gula per tahun. Situasi agak pulih menjelang Perang Pasifik, dengan 93 pabrik dan prduksi 1,5 juta ton. Seusai Perang Dunia II, tersisa 30 pabrik aktif. Tahun 1950-an menyaksikan aktivitas baru sehingga Indonesia menjadi eksportir netto. Pada tahun 1957 semua pabrik gula dinasionalisasi dan pemerintah sangat meregulasi industri ini. Sejak 1967 hingga sekarang Indonesia kembali menjadi importir gula.

Macetnya riset pergulaan, pabrik-pabrik gula di Jawa yang ketinggalan teknologi, tingginya tingkat konsumsi (termasuk untuk industri minuman ringan), serta kurangnya investor untuk pembukaan lahan tebu di luar Jawa menjadi penyebab sulitnya swasembada gula[1].

Pada tahun 2002 dicanangkan target Swasembada Gula 2007[2]. Untuk mendukungnya dibentuk Dewan Gula Indonesia pada tahun 2003 (berdasarkan Kepres RI no. 63/2003 tentang Dewan Gula Indonesia)[3]. Target ini kemudian diundur terus-menerus[2].

Macam-macam gula


Gula tebu

Gula tebu kebanyakan dipasarkan dalam bentuk gula kristal curah. Pertama tama bahan mentah dihancurkan dan diperas, sarinya dikumpulkan dan disaring, cairan yang terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya menggunakan kalsium oksida) untuk menghilangkan ketidakkemurnian, campuran tersebut kemudian diputihkan dengan belerang dioksida. Campuran yang terbentuk kemudian dididihkan, endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan. Setelah cukup murni, cairan didinginkan dan dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang ke cetakan. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses kristalisasi.

Gula batu adalah gula tebu yang tidak melalui tahap kristalisasi. Gula kotak/blok adalah gula kristal lembut yang dipres dalam bentuk dadu. Gula mentah (raw sugar) adalah gula kristal yang dibuat tanpa melalui proses pemutihan dengan belerang. Warnanya agak kecoklatan karena masih mengandung molase.


Gula Bit

Setelah dicuci, bit kemudian di potong potong dan gulanya kemudian di ekstraksi dengan air panas pada sebuah diffuse. Pemurnian kemudian ditangani dengan menambahkan larutan kalsium oksida dan karbon dioksida. Setelah penyaringan campuran yang terbentuk lalu dididihkan hingga kandungan air yang tersisa hanya tinggal 30% saja. Gula kemudian diekstraksi dengan kristalisasi terkontrol. Kristal gula pertama tama dipisahkan dengan mesin sentrifugal dan cairan yang tersisa digunakan untuk tambahan pada proses kristalisasi selanjutnya. Ampas yang tersisa (dimana sudah tidak bisa lagi diambil gula darinya) digunakan untuk makanan ternak dan dengan itu terbentuklah gula putih yang kemudian disaring ke dalam tingkat kualitas tertentu untuk kemudian dijual.

Gula merah

Gula merah atau gula Jawa biasanya diasosiasikan dengan segala jenis gula yang dibuat dari nira, yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon dari keluarga palma, seperti kelapa, aren, dan siwalan. Bunga (mayang) yang belum mekar diikat kuat (kadang-kadang dipres dengan dua batang kayu) pada bagian pangkalnya sehingga proses pemekaran bunga menjadi terhambat. Sari makanan yang seharusnya dipakai untuk pemekaran bunga menumpuk menjadi cairan gula. Mayang membengkak. Setelah proses pembengkakan berhenti, batang mayang diiris-iris untuk mengeluarkan cairan gula secara bertahap. Cairan biasanya ditampung dengan timba yang terbuat dari daun pohon palma tersebut. Cairan yang ditampung diambil secara bertahap, biasanya 2-3 kali. Cairan ini kemudian dipanaskan dengan api sampai kental. Setelah benar-benar kental, cairan dituangkan ke mangkok-mangkok yang terbuat dari daun palma dan siap dipasarkan. Gula merah sebagian besar dipakai sebagai bahan baku kecap manis.






Kerugian

Jika anda penggemar softdrink pastinya terasa kurang pas jika makan sesuatu tanpa ditemani softdrink, katakanlah makan bakso, mie ayam, dan makanan hot lainnya, pastinya akan lebih nikmat jika diselingi dengan minuman menyegarkan seperti softdrink dengan berbagai macam merk seperti Coca Cola, Sprite, Fanta, dll.

Namun, dibalik kenikmatan itu ternyata banyak kerugian dan bahaya yang akan anda dapatkan jika terlalu banyak mengkonsumsinya. Apa saja bahaya dan kerugian terlalu banyak mengkonsumsi softdrink ?

Dilansir dari GeniusBeauty, Rabu (7/7/2010), berikut 5 alasan kesehatan mengapa orang harus berhenti minum soft drink:

1. Obesitas (berat badan berlebihan)
Peneliti di University of Texas menemukan bahwa soft drink meningkatkan risiko obesitas rata-rata 32,8 persen, sedangkan diet coke (soft drink bebas gula) justru meningkatkan risiko hingga 54,5. Maka soft drink bebas gula tak selalu sehat.

2. Kalori yang tak berguna
Sebagian besar minuman soda mengandung 250 kalori per 600 ml. Tak ada kandungan nutrisi atau mineral di dalamnya, melainkan hanya gula dan kafein.

3. Kecanduan atau adiktif
Soft drink juga dapat menyebabkan semacam kecanduan. Yang merangsang kecanduan adalah kandungan kafein di dalamnya. Setelah berhenti dari kebiasaan minum soft drink, Anda akan mengalami gejala putus zat seperti sakit kepala, depresi, gugup dan menggigil.

4. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes
Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh American Heart Association di Circulation Journal pada tahun 2007, orang yang minum soft drink setiap hari akan meningkatkan risiko sindrom metabolik, yaitu suatu kondisi yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes, sebesar 44 persen.

5. Mengurangi jumlah sperma
Hasil studi di Denmark menunjukkan laki-laki yang mengonsumsi 1 liter atau lebih soft drink setiap hari bisa berbahaya bagi spermanya. Laki-laki yang sering mengonsumsi soft drink menghasilkan sperma 30 persen lebih rendah dibandingkan yang tidak mengonsumsi soft drink.

Manfaat Mangga

Mangga merupakan tanaman buah tahunan berupa pohon yang berasal dari negara India. Tanaman ini kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara termasuk Malaysia dan Indonesia. Buah berdaging dengan aneka bentuk, ukuran, warna, dan citarasa ini kaya akan manfaat. Kandungan serat, vitamin A dan C serta aneka flavonoid di dalammya, bisa sebagai anti sembelit, membersihkan sistem sirkulasi darah dan mencegah kanker serta gangguan pembuluh darah.

Mangga mengandung gula dan sedikit asam. Sejumlah asam galat baik bagi isi saluran pencernaan dan untuk desinfektan tubuh sehingga melindungi tubuh dari serangan infeksi. Mangga mampu membersihkan aliran darah dan mengurangi kelebihan panas badan. Selain itu, mangga juga baik untuk menghilangkan bau badan.

Sumber Vitamin C. Setiap 100 gram mangga masak mengandung vitamin C sebanyak 41 mg, pada mangga muda hingga 65 mg. Selain sebagai antioksidan, vitamin C berfungsi menjaga dan memacu kesehatan pembuluh-pembuluh kapiler, kesehatan gigi dan gusi. Ia membantu penyerapan zat besi dan dapat menghambat produksi natrosamin, zat pemicu kanker. Vitamin C mampu membuat jaringan penghubung tetap normal dan membantu pemyembuhan luka.

Kaya antioksidan betakaroten. Mangga merupakan sumber beta-karoten, kalium, dan vitamin C. Beta-karoten adalah zat dalam tubuh yang akan diubah menjadi vitamin A. Beta-karoten dan vitamin C tergolong antioksidan, senyawa yang dapat mencegah kanker karena dapat menetralkan radikal bebas. Zat-zat gizi antioksidan, seperti beta-karoten dan vitamin C, membuat radikal bebas tak berbahaya dengan menetralkannya. Dan mangga mengandung zat-zat gizi antioksidan yang melimpah.

Mengandung Kalium. Tiap 100 gram mangga terkandung kalium sebesar 189 mg. Berfungsi meningkatkan keteraturan irama denyut jantung, mengaktifkan otot, dan membantu tekanan darah. Konsumsi kalium yang memadai dapat mengurangi efek natrium dalam meningkatkan tekanan darah, dan secara bebas memberikan kontribusi terahadap penurunan resiko terserang stroke.